Langsung ke konten utama

Nasihat Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi


BAGIAN 15 : HARAPAN KEPADA ANAK-ANAK *

Wahai anak-anakku, dunia adalah ladang untuk akhirat. Siapa yang beramal di dunia akan mendapat pahala di akhirat. Siapa yang berbuat jahat di dunia akan mendapat azab di akhirat. Siapa yang berbuat baik maka pahalanya untuk dirinya. Siapa yang berbuat buruk maka akibatnya untuk ia juga. Siapa yang menyia-nyiakan umurnya untuk bermain dan senda gurau yang tidak ada dosanya berarti menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, dan akan menyesal pada hari kiamat, di hari yang tidak ada manfaatnya (semua senda gurau selama di dunia).

Kehidupan di dunia adalah permata yang berharga. Apabila digunakan untuk taat kepada Allah maka balasannya di akhirat adalah keuntungan yang abadi tanpa akhir. Siapa yang menggunakan dunia untuk bermaksiat kepada Allah maka rugilah ia di akhirat dengan kerugian yang abadi. Celakalah ia bersama orang yang celaka. Yang menghabiskan dunia untuk permainan dan senda gurau yang tidak ada dosanya akan menyesal dengan penyesalan yang juga abadi.

Aku pun berkata, andai hidupku digunakan untuk ketaatan tentulah aku akan bersama orang yang beruntung dalam nikmat yang luar biasa. Andai kamu di duniamu tidak puas dengan kekurangan dari teman-teman, sehingga berkeinginan dan bekerja keras untuk mengungguli mereka dalam nikmat yang banyak ini, apakah kamu akan puas dengan penyesalan serta kerugian nanti di akhirat?

Kamu lihat temanmu menikmati kemewahan dengan matamu sendiri, sedangkan kamu berada di kalangan orang miskin, maka kamu tentu menyesal dengan hal ini, padahal kamu mampu untuk mendapatkannya. Maka kembalilah berpikir logis! Jika kamu beriman dengan Allah dan hari akhir kembalilah dari permainan dan senda gurau. Lakukanlah yang bermanfaat untuk akhiratmu berupa amal saleh. Pekerjaan yang dibebankan Allah kepadamu sangatlah ringan dibanding kesulitan pekerjaanmu di dunia. Karena ketaatan itu terfokus pada dua hal saja; laksanakan perintah tinggalkan larangan.

Kewajiban ada fardhu dan sunat. Adapun shalat fardhu pada waktunya sekitar lima menit. Andai orang bekerja di dunia seumpama itu dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Perbuatan sunat untuk menutup kekurangan yang wajib dan mengangkat derajat. Puasa Ramadhan yang artinya menahan diri dari yang membatalkan dari terbit Fajar hingga Maghrib tiba selama tiga puluh hari. Adakah upah dunia untuk puasa ? Sedangkan Allah menyediakan surga dan pahala yang besar.Dan manfaat puasa sunat sama dengan shalat sunat.

Zakat adalah mengeluarkan 2,5 % dari kelebihan harta untuk membantu orang yang berhak dan itu bukanlah ukuran yang besar. Tapi Allah menjanjikan pahala yang luas. Haji adalah perbuatan tertentu Yang dilakukan di Masjidil Haram. Andai perbuatan itu dari nilai dunia tidak banyak harganya. Dalam perbuatan sunat itu ada rahasia yang tersembunyi yang akan menaikkan derajat seseorang menjadi orang yang ditinggikan.

Adapun perbuatan yang terlarang adalah meninggalkan perbuatan yang diharamkan dan yang makruh. Orang yang meninggalkannya karena Allah, maka untuknya pahala yang besar di akhirat dan manfaat yang banyak di dunia. Kita hanya beramal di dunia, dan akhirat hanya pembalasan, perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan, perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan. Siapa yang kurang iman dan keyakinan pada Allah dan hari akhir akan menyesal pada hari kiamat, penyesalan yang tiada artinya.

Wahai anakku, perhatikanlah shalat jamaah setiap waktu, di saat kamu sehat, karena akan membawa kebaikan di dunia dan akhiratmu. Jika kamu tidak yakin berarti kamu telah sesat dari jalan yang lurus. Karena banyak faedahya (shalat berjama'ah itu). Dalam hadist Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam yang shahih, seperti hadist yang menyatakan bahwa shalat jamaah lebih baik dari shalat sendirian dua puluh lima derajat, artinya orang yang shalat berjamaah sama dengan shalat dua puluh lima kali, siapa yang meninggalkan shalat jamaah sangat rugi sekali, tidak akan mendapatkan dua puluh kali lipat pahala dari satu amalan. Orang yang meninggalkan ini sangatlah bodoh, rendah kedudukan dan kurang kecerdasan, bahkan kurang iman dengan Allah dan Rasul-Nya.

Diantara keutamaan berjamaah adalah keutamaan pertemuan, dan sesungguhnya Allah menerima shalat yang tidak khusyu' dengan berkah shalat yang khusyu'. Cahaya shalat orang yang khusyu' akan mempengaruhi cahaya shalat orang yang tidak khusyu'. Cahaya berbagai ibadah akan mempengaruhi dalam menerangi cahaya hati seseorang yang beribadah. Seiring cahaya hatinya, bertambahlah keinginannya dan keseriusannya menghadap Allah, dan akan berkurang keinginannya untuk dunia. Karena itu kamu lihat orang yang rajin shalat jamaah lima waktu akan bertambah ibadahnya dan lebih konsentrasi pada akhirat serta berpaling dari dunia.

Keutamaan berjamaah lainnya adalah bagi orang yang shalat jamaah niscaya yakin dengan jumlah rakaatnya. Shalat sendirian kadang muncul keraguan tiga atau empat rakaat. Keutamaan berikutnya, diantara jamaah kemungkinan ada para wali Allah. Maka semua orang yang shalat termasuk dalam cakupan do'ana. Do'a para wali Allah itu maqbul. Keutamaannya juga, setiap ibadah punya cahaya sesuai keikhlasan dan khusyu'nya, dengan berjamaah berkumpullah cahaya-cahaya yang banyak itu sehingga bertambah konsentrasi kepada Allah. Dunia adalah ladang amal untuk akhirat.

Orang yang lalai akan akhirat yang sibuk dengan permainan berarti ia lalai terhadap ladang akhiratnya, hatinya gelap, rugi dunia-akhirat, rugi di dunia dalam bentuk waktu jadi sia-sia tanpa faedah, dan demikian juga di akhirat, andai digunakan untuk manfaat dunia ia akan beruntung. Adapun rugi akhirat, waktu yang diisi untuk permainan ini bisa digunakan untuk mendapatkan istana, nikmat, keabadian, pelayan, pembantu di akhirat, berarti rugi dunia akhirat dengan kerugian yang besar. Nanti ia akan melihat ketika orang yang beramal mendapatkan balasan amalnya sedangkan ia sendiri tidak mendapatkannya.

Semua ini untuk orang yang beriman dengan Allah dan hari akhir. Jika tidak, tidak perlu pembicaraan antara aku dan kamu. Jika jawabanmu "setuju" , lantas kenapa kamu meninggalkan faedah yang sangat banyak ini. Kalau kamu mengatakan malas, maka perangilah dirimu sendiri dan ingatkan dirimu dengan faedah ini dan tunjukkan manfaatnya dan kerugian meninggalkannya. Orang yang lalai terhadap dirinya berarti menyiapkan untuk irinya itu kehancuran. Akal yang kamu gunakan untuk permainan (akan lebih bermanfaat apabila digunakan) untuk menghalangi dirimu dari mengikuti hawa nafsu.

Pelajarilah manfaat dan mudharatnya serta bandingkan, kemudian halangi dirimu mengikuti hal yang lemah dan bawalah untuk mengikuti hal yang kuat. Seperti inilah (seharusnya) orang berakal yang mencintai dirinya dan menyukai hal-hal mulia.

Sebaliknya, orang yang kurang cerdas, kurang motivasi, menghancurkan diri sendiri dengan menyiapkan dirinya untuk kerugian dan kehancuran. Inilah nasehat dari lubuk hati dan air mata terus mengalir di pipi. Aku ingin kamu menerima nasehat ini, kamu akan menikmatinya dan akan menggembirakan bapakmu. Ia telah berdo'a di hatinya agar kamu bahagia dunia akhirat. Kalau kamu tidak menerima dan tetap tidak berubah, akibatnya akan kamu lihat nanti dan akan teringat pada hari yang tidak bermanfaat penyesalan. Semua yang akan datang adalah dekat dan pasti terjadi.

* [Disalin dari Buku Dari Minangkabau Untuk Dunia Islam "Otobiografi Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi" (1860 - 1916 M) , Penerbit GRE Publishing , Penerjemah Z. Malin Mudo, Lc., MA , Muhammad Husni, Lc., MA , Afdhil Fadli, Lc., MA , Halaman 92-97]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya

Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya. Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya. Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. ( QS. Al-Fajr : 24 )

7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian. Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.