Langsung ke konten utama

Memurnikan Amal


Siapa yang ingin menjernihkan kondisi dirinya, maka hendaklah dia bersungguh-sungguh dalam memurnikan amal.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,



"Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)." (Al-Jin: 16)

Abu Sulaiman ad-Darani berkata, “Barangsiapa yang memurnikan amal , diapun akan dijernihkan (kondisinya), dan barangsiapa yang mengeruhkan amal, diapun akan dikeruhkan. Orang yang berbuat baik di waktu malamnya, dia akan diberi kecukupan di siang harinya, sedangkan orang yang berbuat baik di siang harinya, dia akan dicukupkan pada malam harinya.”

Seorang Syaikh mengelilingi majelis dan berkata, “Barangsiapa yang ingin kesehatannya berkelanjutan, hendaknya dia bertaqwa kepada Alla ‘Azza wa Jalla.”

Al-Fudhail bin Iyadh berkata, “Sungguh aku benar-banar bermaksiat kepada Allah, lalu aku bisa mengenal hal tersebut tercermin pada kelakuan tunggangan dan budak perempuan-ku.”

Ketahuilah –semoga Allah memberimu taufiq- bahwa orang yang terbius narkotika tidak merasakan sakitnya pukulan. Yang mengetahui adanya kekurangan dan tambahan dari kekurangan hanyalah orang yang selalu mengintrospeksi dirinya.

Kapan saja engkau melihat kondisimu suram, maka ingatlah (bahwa) ada nikmat yang tidak disyukuri, atau ada kesalahan yang dikerjakan.

Waspadai lepasnya nikmat dan mendadak datangnya siksa. Jangan engkau terpedaya dengan luasnya hamparan kelembutan Allah; bisa saja hamparan ini akan segera di lipat.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
 








..... “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”..... (Ar-Ra’d:11).


Abu Ali ar-Rudzbari berkata , “Termasuk ketertipuan diri kala engkau berbuat buruk, lalu Allah berbuat baik padamu namun engkau tak mau bertaubat; karena menyangka bahwa dirimu telah dimaafkan dalam kesalahanmu itu.”

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya

Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya. Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya. Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. ( QS. Al-Fajr : 24 )

7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian. Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.