Langsung ke konten utama

Balasan setipe dengan perbuatan


Barangsiapa yang mencermati perbuatan-perbuatan Sang Pencipta, dia akan melihatnya sesuai dengan timbangan keadilan, dan dia akan melihat balasan sudah menanti orang yang berhak mendapatkan balasan tersebut, meski setelah berselang beberapa waktu. Maka tidak sepantasnya orang (yang zahirnya seolah) dimaafkan dari dosa menjadi terpedaya; karena balasan itu terkadang ditangguhkan.

Di antara dosa yang paling buruk yang telah disediakan untuknya balasan yang besar adalah terus-menerus melakukan dosa, kemudian pelakunya berbasa-basi dengan melakukan Istighfar, shalat dan beribadah. Menurut dia basa basi ini dapat memberi manfaat.

Manusia yang paling besar ketertipuannya adalah orang yang melakukan hal yang dibenci Allah, lalu dia meminta kepada Allah apa yang dia inginkan; Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist (yang artinya),

"Orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan dirinya pada hawa nafsunya, dan dia mengangankan berbagai macam angan-angan dari Allah (agar Dia memaafkannya).

Di Antara Hal yang Selayaknya Dilakukan Oleh Orang yang Berakal Adalah Mewaspadai Terjadinya Balasan:

Ibnu Sirin berkata, “Aku pernah mencerca seseorang dengan mengatakan, 'Hai orang bangkrut!' Lalu setelah 40 tahun, jatuhlah aku dalam kebangkrutan."

Ibnul Jalla` berkata, "Guruku pernah melihatku tengah melihat pada seorang remaja yang berparas elok (remaja belum tumbuh jenggotnya). Guruku berkata, 'Apa ini? Sungguh,
akan engkau rasakan akibatnya! ' Setelah berlalu empat puluh tahun, aku pun menjadi terlupakan dari hafalan Qur`anku."

Dan sebaliknya, setiap orang yang melakukan kebaikan atau meluruskan niatnya, maka hendaklah dia menunggu balasan baiknya, meski setelah rentang waktu yang lama.

Allah  berfirman,

إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِي

“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." (Yusuf: 90).

Maka hendaknya orang yang berakal tahu, bahwa neraca keadilan tidak pernah pilih kasih.

- Shaidul Khatir, Ibnul Jauzy , Darul Haq -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Murottal Al-Quran Syaikh Abdurrahman Al-Ausy

Berikut adalah link download Murottal Al-Qur'an Syaikh Abdurrahman Gamal Allousy. https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DckQ0TE9NYTgtYmM Semoga bermanfaat.

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

Nasihat Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi

BAGIAN 15 : HARAPAN KEPADA ANAK-ANAK * Wahai anak-anakku, dunia adalah ladang untuk akhirat. Siapa yang beramal di dunia akan mendapat pahala di akhirat. Siapa yang berbuat jahat di dunia akan mendapat azab di akhirat. Siapa yang berbuat baik maka pahalanya untuk dirinya. Siapa yang berbuat buruk maka akibatnya untuk ia juga. Siapa yang menyia-nyiakan umurnya untuk bermain dan senda gurau yang tidak ada dosanya berarti menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, dan akan menyesal pada hari kiamat, di hari yang tidak ada manfaatnya (semua senda gurau selama di dunia). Kehidupan di dunia adalah permata yang berharga. Apabila digunakan untuk taat kepada Allah maka balasannya di akhirat adalah keuntungan yang abadi tanpa akhir. Siapa yang menggunakan dunia untuk bermaksiat kepada Allah maka rugilah ia di akhirat dengan kerugian yang abadi. Celakalah ia bersama orang yang celaka. Yang menghabiskan dunia untuk permainan dan senda gurau yang tidak ada dosanya akan menyesal dengan pen...