Langsung ke konten utama

Mengapa kita perlu membaca ?


Umat Islam membaca dengan tujuan sebagai berikut :
  • Untuk mendapatkan Pahala membaca, seperti pada saat Membaca Al-Qur'an
  • Untuk mempelajari ilmu agama, dan meningkatkan pemahaman tentang agama
  • Dengan mengulang-ulang membaca, sehingga dapat menghafalkan. 
  • Untuk mempelajari kisah orang-orang kafir, dan untuk mewaspadai tipu daya orang-orang munafik dan penyipangannya.
  • Untuk mengembangkan kemampuan linguistik (bahasa) mereka, dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat di dunia.
  • Untuk menjaga diri dari perbuatan yang jelek, karena jika kita tidak membuat jiwa ini sibuk dengan ketaatan, maka jiwa ini akan sibuk dengan hal-hal yang terlarang.
  • Untuk nyaman bersantai dengan melakukan perbuatan yang halal.  
Ada juga tujuan lainnya yang tentunya bermanfaat dalam kehidupan ini.

Menurut pandangan orang-orang jahil, suatu masyarakat dianggap berpendidikan jika kebanyakan dari mereka adalah orang yang suka membaca, terlepas dari apa yang mereka baca. Orang yang menganut metode ini, mereka membaca hanya sekedar untuk membaca saja.
Dengan demikian, mereka menganggap membaca itu adalah merupakan tujuan akhirnya, dan bukan menganggapnya sebagai sarana. Itulah sebabnya mereka membaca semuanya, tanpa memeriksanya terlebih dahulu dan menyaringnya terlebih dahulu buku yang dibaca. Adapun untuk seorang Muslim, membaca untuk mereka adalah merupakan sarana untuk mewujudkan sebuah tujuan, yang menghasilkan Ridho dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dengan demikian, seorang Muslim tidak membaca untuk bersaing dengan para Ulama, Muslim tidak membaca untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengancam akan memasukkan siapa saja yang membaca dengan tujuan tersebut ke dalam neraka, Apalagi mereka tidak membaca untuk menemukan kesalahan dan mencari kekeliruan dalam dirinya, karena hal tersebut bertentangan dengan keikhlasan.

Seorang Muslim juga tidak akan membaca apa yang tidak bermanfaat untuk agama dan dunia mereka, karena waktu mereka sangatlah berharga.


Terjemah Bebas dari buku karya Syaikh Al Munajjid berjudul : How to read books?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya

Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya. Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya. Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. ( QS. Al-Fajr : 24 )

7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian. Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.