Langsung ke konten utama

Berakhlak baik kepada sesama manusia

Hal yang paling wajib untuk kita lakukan dalam kita berakhlak baik kepada sesama makhluk adalah yang pertama, kita tidak menyakiti mereka, baik dengan lisan kita atau dengan perbuatan tangan kita.
Berbuat dhalim kepada sesama makhluk berkaitan dengan 3 perkara, :
  1. Berkaitan dengan jiwanya / tubuhnya. Termasuk dosa yang paling besar adalah menghilangkan nyawa orang lain (membunuh). kemudian juga kita tidak boleh dhalim terhadap jiwa orang lain dengan cara memukul, menendang atau melukainya.
  2. Berkaitan dengan hartanya. Kita tidak boleh mengambil harta orang lain dengan cara yang dholim, jangan sampai kita mendholimi orang lain dalam urusan harta mereka, dengan cara mencuri, menipu, berbuat curang dalam jual beli, tidak mengembalikan hutang dll.
  3. Berkaitan dengan kehormatan mereka, dengan cara mencela, menuduh, ghibah dan segala hal yang menjatuhkan kehormatan orang lain.
Yang kedua, memberikan manfaat kepada mereka. Kalau kita punya harta, kita bisa memberikan manfaat dengan harta kita, ilmu, tenaga, nasehat dan seterusnya kita dapat berbuat baik dengan apa yang kita miliki. Bahkan dengan sekedar senyum jika bertemu dengan saudara muslim itu juga merupakan berbuat baik dan merupakan sedekah.
Berbuat baik kepada sesama ini bertingkat-tingkat,
Tingkatan yang pertama : kita berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita.
Tingkatan yang kedua : Berbuat baik kepada manusia sekalipun tidak didahului oleh kebaikan orang tersebut kepada kita.
Tingkatan yang ketiga : berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepada kita, dan ini merupakan akhlak yang paling tinggi, yaitu dengan cara memaafkan, kemudian dengan berbuat baik kepada orang tersebut sekalipun dia pernah berbuat buruk kepada diri kita.

( Faidah dari Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya

Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya. Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya. Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. ( QS. Al-Fajr : 24 )

7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian. Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.