Langsung ke konten utama

Jadilah Sahabat Al Qur`ān

Tingkat keakraban kita dengan al Qurān, akan menentukan derajat kita di dunia dan akhirat. Al Qurān adalah kitab yang mulia, agung dan penuh berkah. Siapa pun yang bersahabat dengannya akan terangkat pula kemuliaannya, dan hidup yang dijalaninya akan dicurahi keberkahan dari Allah jalla wa ‘alā.
Al Qurān adalah petunjuk, ia menunjukkan kepada kita jalan yang lurus, menjelaskan arah menuju kepada kebahagiaan, ketenangan dan kemenangan. Dengannya kita akan sampai pada tujuan akhir kita.
Al Qurān adalah ruh, ia menghidupkan jiwa dan menggerakkan hati menuju kepada keridhaan Allah. Dengannya hati akan mengenal-Nya, cinta, tawakal, takut dan berharap hanya kepada-Nya.
Al Qurān adalah cahaya, ia menerangi jalan kehidupan kita. Dengannya segala bahaya yang akan merugikan kita dapat kita kenali, untuk kita jauhi.
Al Qurān adalah pembeda, ia membedakan antara haq dan batil. Dengannya tidak akan terbolak-balik lagi dalam pandangan kita antara yang benar dan yang salah.
Al Qurān adalah obat, ia mengobati segala penyakit dalam diri. Dengannya kesombongan, keraguan, riya, kedengkian dan segala penyakit hati akan terobati.
Rasulullah shallallāhu alaihi wa sallam bersabda, “Kelak akan dikatakan kepada sabahat al Quran, “Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau mentartilkanya di dunia. Sungguh kedudukanmu sesuai ayat terakhir yang kamu baca” (HR. Tirmizdi)
Sahabat al Qurān selalu rindu untuk membacanya, betah untuk duduk belama-lama dengannya, takut melanggar nasehat-nasehatnya, senantiasa mentadaburi rahasia-rahasia keagungannya.
Rasulullah shallallāhu alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan sahabat al Qurān itu seperti pemilik unta. Jika ia terus mengikatnya, ia akan bersamanya. Jika ia melepaskan ikatannya, ia akan lari.” (Muttafaq alaih)
Di akhirat, Al Qurān akan menjadi pemberi syafaat baginya.
“Bacalah al Qurān, sesungguhnya ia akan dapat pada hari kiamat menjadi pembari syafaat bagi para sahabatnya.” (HR Muslim)

Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya

Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya. Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya. Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. ( QS. Al-Fajr : 24 )

7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian. Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.