Langsung ke konten utama

Faidah mengamati kesudahan perkara


Barangsiapa yang sejak awal memperhatikan kesudahan dari berbagai perkara dengan mata hatinya, niscaya dia akan mendapatkan kebaikan dan selamat dari keburukannya. Sedangkan orang yang tidak memperhatikan kesudahan berbagai perkara, maka perasaan akan mendominasi dirinya. Maka keselamatan yang sebenarnya dia cari, justru akan berbalik menjadi kepedihan; dan kenyamanan yang sebetulnya dia dambakan, akan berbalik menjadi kepayahan.
Penjelasan akan hal ini pada masa yang akan datang bisa menjadi jelas dengan mengingat hal-hal yang telah lalu : yaitu engkau tak lepas dari dua keadaan, yakni :
Sepanjang umurmu engkau taat kepada Allah , atau durhaka kepada-Nya; lalu dimanakah kenikmatan maksiatmu itu sekarang? Dan dimanakah sekarang rasa letih yang disebabkan ketaatan yang engkau kerjakan dahulu? Sungguh jauh bedanya; masing-masing pergi dengan membawa apa yang ada padanya.
Andai saja dosa-dosa itu bila ditinggalkan akan membuatmu terbebas dari duka nestapa.
Aku perjelas lagi tentang hal ini : Gambarkan saat-saat kematian menjelang, dan lihatlah betapa pahitnya penyesalan atas kelalaian. Aku tidak mengatakan ia (kematian) mengalahkan (melupakan) manisnya kenikmatan; karena manisnya kenikmatan telah beralih rupa menjadi buah yang pahit, sehingga yang tersisa hanyalah pahitnya kesedihan tanpa ada sesuatu yang melawannya.
Apakah engkau belum tahu juga bahwa segala hal tergantung pada kesudahannya?! 
Maka perhatikanlah kesudahan segala perkara, niscaya engkau akan selamat. Dan janganlah engkau hanyut bersama hawa nafsu, karena engkau akan menyesal.

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Murottal Al-Quran Syaikh Abdurrahman Al-Ausy

Berikut adalah link download Murottal Al-Qur'an Syaikh Abdurrahman Gamal Allousy. https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DckQ0TE9NYTgtYmM Semoga bermanfaat.

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

Nasihat Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi

BAGIAN 15 : HARAPAN KEPADA ANAK-ANAK * Wahai anak-anakku, dunia adalah ladang untuk akhirat. Siapa yang beramal di dunia akan mendapat pahala di akhirat. Siapa yang berbuat jahat di dunia akan mendapat azab di akhirat. Siapa yang berbuat baik maka pahalanya untuk dirinya. Siapa yang berbuat buruk maka akibatnya untuk ia juga. Siapa yang menyia-nyiakan umurnya untuk bermain dan senda gurau yang tidak ada dosanya berarti menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, dan akan menyesal pada hari kiamat, di hari yang tidak ada manfaatnya (semua senda gurau selama di dunia). Kehidupan di dunia adalah permata yang berharga. Apabila digunakan untuk taat kepada Allah maka balasannya di akhirat adalah keuntungan yang abadi tanpa akhir. Siapa yang menggunakan dunia untuk bermaksiat kepada Allah maka rugilah ia di akhirat dengan kerugian yang abadi. Celakalah ia bersama orang yang celaka. Yang menghabiskan dunia untuk permainan dan senda gurau yang tidak ada dosanya akan menyesal dengan pen...