Orang yang memikirkan kesudahan dunia, dia kan berhati-hati. Dan orang yang yakin betapa panjang jalan (yang harus dilalui), dia akan mempersiapkan bekal untuk perjalanan.
Betapa mengherankan perkara dirimu wahai orang yang yakin dengan suatu hal kemudian malah melupakannya; dan tahu betul bahaya kondisi (yang dihadapi) namun kemudian malah menerjangnya. Dan engkau takut kepada manusia padahal Allah-lah yang berhak engkau takuti !
Nafsumu mengalahkan pada sesuatu yang engkau duga, namun engkau tidak bisa mengalahkan nafsumu pada sesuatu yang engkau yakini !
Hal yang paling mengherankan diantara hal-hal yang mengherankan adalah kegembiraanmu atas ketertipuan dirimu , dan lupanya dirimu dalam kesia-siaan akan (balasan setimpal) yang disembunyikan (disiapkan) untukmu. Engkau tertipu dengan kesehatanmu dan melupakan sudah dekatnya sakit. Engkau gembira dengan keselamatanmu , lali akan kepedihan yang sudah dekat. Kematian orang lain telah memperlihatkan kepadamu akan kepastian kematianmu. Pembaringan akhir orang lain telah menampakkan pembaringanmu sebelum engkau mati . Upayamu menggapai kenikmatan hidup telah membuatmu sibuk dari mengingat hancurnya eksistensi dirimu.
Seolah engkau belum mendengar berita mereka yang telah berlaluDan belum melihat pada orang-orang yang masih tersisa apa yang diperbuat masaKalau engkau tak tahu , maka itulah negeri merekaYang telah diterpa gelombang angin dan pusara sepeninggalmu~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~

Komentar
Posting Komentar