Terbetik dalam benakku suatu pemikiran mengenai berbagai musibah berat dan ujian besar yang sering terjadi menimpa banyak orang di semesta ini, yang berkesudahan pada puncak klimaks nya yang sangat rumit!
Aku pun mengatakan, "Subhanallah ! Sungguh, Allah adalah Yang Maha Pemurah di antara yang bermurah hati, dan konsekuensi kemurahan adalah mau memberi maaf; maka ada apa dibalik hukuman ini?" Maka akupun memikirkannya.
Ternyata aku dapatkan bahwa banyak manusia yang keberadaan mereka bagaikan tidak ada. Mereka tidak mau mencari bukti-bukti keesaan-Nya dan tidak mau memperhatikan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah Ta'ala . Mereka hanya mengikuti kebiasaan mereka saja, tak ubahnya seperti binatang ternak. Bila ajaran Syariat sesuai dengan keinginan mereka, (mereka akan mengambilnya). Kalau tidak, maka yang dijadikan sebagai acuan adalah tujuan pribadi mereka! kemudian setelah mendapatkan dinar (baca:uang), mereka pun tidak mau peduli lagi ; apakah didapatkan dari yang halal ataukah yang haram? Kalau Shalat terasa mudah bagi mereka, mereka melakukannya, namun bila tidak, mereka akan meninggalkannya. Diantara mereka ada yang menerjang dosa-dosa besar dengan terang-terangan; dan bisa jadi pengetahuan ulama mereka begitu hebat, namun dosa-dosanya bertumpuk-tumpuk !
Maka aku tahu bahwa hukuman -meski berat sekalipun- masih ringan dibanding perbuatan dosa mereka.
Apabila turun suatu hukuman untuk membersihkan dosa, maka orang yang meminta pertolongan berteriak , "Duhai karena dosa apakah hal ini terjadi?!" Dia lupa dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat yang membuat bumi ikut bergoncang disebabkan sebagian dosa!
Terkadang seorang yang sudah renta diperlakukan dengan hina pada masa tuanya, sehingga hati (manusia) menaruh kasihan padanya. Dia tidak tahu bahwa hal itu terjadi dikarenakan dia telah meremehkan hak Allah Ta'ala pada masa mudanya.
Jadi kapanpun engkau melihat seorang yang tengah mendapatkan hukuman, ketahuilah itu karena dosa
~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~
~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~

Komentar
Posting Komentar