Langsung ke konten utama

Berbagai Peristiwa Dunia dan Akhirat


Aku merenungkan urusan dunia dan akhirat, maka aku dapatkan bahwa peristiwa dunia bisa diindera (dirasakan) dan natural; sedangkan peristiwa akhirat adalah bersifat keimanan dan keyakinan. Hal-hal yang bisa dirasakan (bisa diindera) itu lebih kuat magnetnya bagi orang yang ilmu dan keyakinannya belum kuat.

Berbagai peristiwa akan terus ada dikarenakan banyaknya faktor yang menyebabkannya, maka (banyak) berbaur dengan orang-orang, melihat hal-hal yang indah, dan merasakan hal-hal yang nikmat, ini akan menguatkan (lebih dapat merasakan) berbagai peristiwa indrawi. Sedangkan menyendiri (untuk merenung), berpikir, dan mencermati ilmu akan menguatkan (pengetahuan tentang) berbagai peristiwa akhirat,

Hal ini akan tampak jelas bila seseorang keluar berjalan-jalan di pasar dan melihat berbagai perhiasan dunia, kemudian dia masuk ke pekuburan, maka dia bertafakur dan hatinya menjadi tersentuh; karena dia merasakan ada perbedaan yang begitu jelas antara dua kondisi ini. Penyebab hal ini adalah menceburkan diri dalam berbagai hal yang menjadi sebab pendukung berbagai peristiwa tersebut.

Maka engkau haruslah menyendiri, berdzikir dan mencermati ilmu; karena menyepi adalah satu penjagaan, sedangkan bertafakur dan ilmu adalah obat; dan obat bila dicampur baur (tanpa aturan), tidak akan berguna. Dan realita dirimu banyak bercampur-baur dengan orang-orang serta mencampur aduk perbuatan sudah begitu mendarah daging dalam dirimu; maka tak ada obat penawar bagimu selain resep yang telah aku berikan.

Adapun bila engkau berbaur dengan orang-orang dan bersinggungan dengan hawa nafsu, lalu engkau menginginkan bersihnya hati, maka berarti engkau menginginkan hal yang tidak mungkin.

- Shaidul Khatir, Ibnul Jauzy , Darul Haq -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balasan setipe dengan perbuatan

Barangsiapa yang mencermati perbuatan-perbuatan Sang Pencipta, dia akan melihatnya sesuai dengan timbangan keadilan, dan dia akan melihat balasan sudah menanti orang yang berhak mendapatkan balasan tersebut, meski setelah berselang beberapa waktu. Maka tidak sepantasnya orang (yang zahirnya seolah) dimaafkan dari dosa menjadi terpedaya; karena balasan itu terkadang ditangguhkan. Di antara dosa yang paling buruk yang telah disediakan untuknya balasan yang besar adalah terus-menerus melakukan dosa, kemudian pelakunya berbasa-basi dengan melakukan Istighfar, shalat dan beribadah. Menurut dia basa basi ini dapat memberi manfaat. Manusia yang paling besar ketertipuannya adalah orang yang melakukan hal yang dibenci Allah, lalu dia meminta kepada Allah apa yang dia inginkan; Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist (yang artinya), "Orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan dirinya pada hawa nafsunya, dan dia mengangankan berbagai macam angan-angan dari Allah (ag...

Tahapan dalam membaca buku

Keadaan awal yang dialami manusia adalah ketidaktahuan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun” [QS. An Nahl : 78]. Pengetahuan tidak dapat diperoleh dalam waktu semalam, dan seseorang tidak bisa menjadi seorang ‘ bibliophile’ yang mengikuti metode membaca yang benar dalam waktu semalam. Mengembangkan kebiasaan membaca memerlukan kesabaran dan membutuhkan waktu setahap demi setahap. Tahapan yang dialami seseorang dalam mengembangkan kebiasaan membacanya, secara umum biasanya melalui lima tahap berikut : Mulai menanamkan kecintaan membaca dalam jiwa dan mulai bersahabat dengan buku. Untuk memulai menanamkan kebiasaan ini, membutuhkan berbagai variasi metode serta konten yang menarik sehingga mendorong seseorang untuk membaca. Seperti Biografi Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasalam , biografi Shahabat dan kisah-kisah menarik lainnya. Serious Reading : Disi...

Murottal Al-Quran Syaikh Abdurrahman Al-Ausy

Berikut adalah link download Murottal Al-Qur'an Syaikh Abdurrahman Gamal Allousy. https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DckQ0TE9NYTgtYmM Semoga bermanfaat.