Langsung ke konten utama

Antara Ilmu dan Amal


Aku renungkan maksud di balik penciptaan manusia, ternyata adalah (agar dia) merendahkan diri (terhadap Allah), dan meyakini bahwa dirinya telah melakukan kekurangan dan memiliki kelemahan. Aku contohkan para ulama dan ahli zuhud yang mengamalkan apa yang mereka punya dalam dua klasifikasi Aku kategorikan (nama-nama berikut)dalam barisan ara ulama: 
Malik, Sufyan, Abu Hanifah, Asy-Syafi'i, dan Ahmad. Sedangkan dalam barisan para ahli ibadah: Malik bin Dinar, Rabi'ah, Ma'ruf al-Karkhi, dan Bisyr bin al-Harits.
Setiap kali para ahli ibadah bersungguh-sungguh dalam ibadah, maka kondisi diri mereka seolah berkata, "Ibadah kalian manfaatnya hanya dirasakan oleh kalian saja. Yang manfaatnya menjalar pada orang lain hanyalah para ulama. Merekalah pewaris para nabi, para pemimpin di muka bumi. Merekalah yang dijadikan sebagai pegangan. Merekalah yang mempunyai keutamaan apabila mereka menundukkan hati, khusyu', dan tahu kebenaran keadaan tersebut...". Malik bin Dinar datang kepada al-Hasan untuk belajar darinya. Dia berkata, "Al-Hasan adalah ustadz kami."
Demikian pula bila para ulama tahu bahwa mereka memiliki keutamaan dengan ilmu, maka kondisi diri mereka (Seolah) berteriak dengan lantang kepada para ulama, "Bukankah tidak ada tujuan dari ilmu selain untuk diamalkan?!"
Ahmad bin Hanbal berkata, "Bukankah tidak ada yang dimaksudkan dari ilmu selain apa yang telah dicapai oleh Ma'ruf (al-Karkhi)?! " .
Ummu ad-Darda` berkata kepada seorang lelaki, "Apakah engkau mengamalkan ilmu yang telah engkau ketahui?" Dia menjawab, "Tidak" Ummu ad-Darda` berujar, Lalu mengapa engkau justru memperbanyak hal yang akan menjadi bukti (hujjah) Yang memberatkanmu (kelak)?"
Maka Firman Allah  berikut tidaklah mempengaruhi semua orang, 

"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? (Az-Zumar:9)

Sufyan datang kepada Rabi'ah, lalu dia duduk di hadapannya untuk mengambil faidah ucapannya.
Ilmu menunjukkan kepada para Ulama bahwa yang menjadi tujuan ilmu adalah untuk diamalkan, dan bahwa ilmu adalah perangkat . Maka dari itu para ulama penuh khusyu' dan mengakui kekurangan (yang telah mereka lakukan)
Masing-masing dari mereka mempunyai pengakuan dan kerendahan (di hadapan Allah); maka pengetahuan mereka menghasilkan hakikat ibadah dengan pengakuan mereka. Dan itulah maksud dari taklif (dibebankannya syariat atas hamba)

- Shaidul Khatir, Ibnul Jauzy , Darul Haq -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balasan setipe dengan perbuatan

Barangsiapa yang mencermati perbuatan-perbuatan Sang Pencipta, dia akan melihatnya sesuai dengan timbangan keadilan, dan dia akan melihat balasan sudah menanti orang yang berhak mendapatkan balasan tersebut, meski setelah berselang beberapa waktu. Maka tidak sepantasnya orang (yang zahirnya seolah) dimaafkan dari dosa menjadi terpedaya; karena balasan itu terkadang ditangguhkan. Di antara dosa yang paling buruk yang telah disediakan untuknya balasan yang besar adalah terus-menerus melakukan dosa, kemudian pelakunya berbasa-basi dengan melakukan Istighfar, shalat dan beribadah. Menurut dia basa basi ini dapat memberi manfaat. Manusia yang paling besar ketertipuannya adalah orang yang melakukan hal yang dibenci Allah, lalu dia meminta kepada Allah apa yang dia inginkan; Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist (yang artinya), "Orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan dirinya pada hawa nafsunya, dan dia mengangankan berbagai macam angan-angan dari Allah (ag...

Tahapan dalam membaca buku

Keadaan awal yang dialami manusia adalah ketidaktahuan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun” [QS. An Nahl : 78]. Pengetahuan tidak dapat diperoleh dalam waktu semalam, dan seseorang tidak bisa menjadi seorang ‘ bibliophile’ yang mengikuti metode membaca yang benar dalam waktu semalam. Mengembangkan kebiasaan membaca memerlukan kesabaran dan membutuhkan waktu setahap demi setahap. Tahapan yang dialami seseorang dalam mengembangkan kebiasaan membacanya, secara umum biasanya melalui lima tahap berikut : Mulai menanamkan kecintaan membaca dalam jiwa dan mulai bersahabat dengan buku. Untuk memulai menanamkan kebiasaan ini, membutuhkan berbagai variasi metode serta konten yang menarik sehingga mendorong seseorang untuk membaca. Seperti Biografi Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasalam , biografi Shahabat dan kisah-kisah menarik lainnya. Serious Reading : Disi...

Murottal Al-Quran Syaikh Abdurrahman Al-Ausy

Berikut adalah link download Murottal Al-Qur'an Syaikh Abdurrahman Gamal Allousy. https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DckQ0TE9NYTgtYmM Semoga bermanfaat.