Langsung ke konten utama

Kenikmatan Mengalahkan Hawa Nafsu


Aku perhatikan kecenderungan jiwa ini pada syahwat (hawa nafsu) terlalu berlebihan, sampai-sampai bila jiwa ini telah condong paday, jiwa ini juga akan membawa hati, akal dan pikiran ikut condong padanya, sehingga hampir-hampir seseorang tidak bisa mengambil manfaat apapun dari nasihat (yang diberikan kepadanya)

Suatu hari aku menyeru jiwaku yang telah cenderung secara total pada hawa nafsunya, "Celaka engkau! Berhentilah sejenak! Biarkan aku bicara padamu beberapa kata, kemudian (setelah itu) lakukanlah apapun yang ingin engkau lakukan!"

Jiwaku menjawab, "Katakanlah, aku akan mendengarnya."

Aku berkata, "Memang telah nyata bahwa kecenderunganmu pada hawa nafsu yang diperbolehkansangat sedikit. Adapun kecenderunganmu paling besar adalah pada hal-hal yang diharamkan. Aku akan mengungkapkan kepadamu tentang dua hal, sehingga mungkin saja engkau akan melihat dua hal yang manis sebagai dua hal yang pahit.

Adapun hawa nafsu yang diperbolehkan, maka itu bebas untukmu. Akan tetapi jalan untuk menitinya itu berat, karena kadang harta tak mampu unuk bisa menggapainya, upaya pun kadang tidak bisa menghasilkan sebagian besar darinya, dan waktu yang begitu berharga menjadi hilang dikarekannya. Lalu juga hati menjadi tersibukkan dengannya, pada waktu upaya untuk meraihnya, dan pada saat berhasil meraihnya, serta (menjadi tersibukkan juga) dengan perasaan khawatir tidak bisa meraihnya. Kemudian hal itupun akan dikacaukan dengan kekurangan yang ada padanya, yang sudah tak samar lagi bagi setiap mumayyiz (anak yang sudah bisa membedakan baik dan buruk); Bila itu adalah makanan, maka kekenyangan akan menimbulkan berbagai penyakit. Bila itu adalah sosok seseorang, maka (kekurangannya adalah akan ada) rasa bosan, perpisahan atau perangainya yang buruk. Kemudian persetubuhan yang paling banyak membuat badan lemah...dan hal-hal lainnya yang sangat panjang penjabarannya.

Adapun hal-hal yang diharamkan, maka itu mencakup hal-hal yang telah kami isyaratkan (di atas) berupa hal-hal yang dibolehkan, ditambah lagi bahwa keinginan yang diharamkan itu merupakan aib bagi kehormatan seseorang, dan merupakan hal-hal yang diduga kuat akan mendatangkan hukuman di dunia dan mempertontonkan skandal aibnya. Pun di sana ada ancaman kelak di akhirat. Kemudian ada juga rasa gelisah setiap kali orang yang bertaubat mengingatnya"

Dalam hal kuatnya upaya mengalahkan hawa nafsu terdapat kelezatan yang melebihi semua bentuk kelezatan lainnya.Tidaklah kau llhat bagaimana orang yang dikalahkan hawa nafsu menjadi hina dikarenakan dia dibuatnya menjadi pecundang? Berbeda dengan orang yang berhasil mengalahkan hawa nafsu, dia menjadi orang yang hatinya kuat dan mulia, karena dia telah mengalahkan (menang).

Maka berhati-hatilah... jangan sampa1 mesihat. hal yang diinginkan dari sisi keindahannya semata, sebagaimana seorang pencuri melihat lezatnya mengambll harta dari tempat penyimpanannya yang terjaga, dan tidak melihat hukum potong tangan dengan mata pikirannya.

Hendaknya manusia membuka mata hatinya untuk merenungkan akibat kesudahan perbuatannya, berubahnya
kelezatan menjadi kekeruhan, dan berbalik tidak lagi  menjadi suatu yang lezat, baik karena menjemukan, atau karena penyakit lainnya, atau karena kelezatan ini terputus dengan terputusnya hubungan dengan yang dikasihi; sehingga maksiat yang pertama bagaikan satu suapan yang dimakan orang yang lapar, ia tidak bisa menghilangkan perihnya rasa lapar, bahkan menjadikannya terus menginginkan makanan.

Hendaknya manusia mengingat-ingat lezatnya mengalahkan hawa nafsu, dengan merenungkan berbagai faidah kesabaran atasnya, karena barangsiapa yang diberi taufik untuk bisa melakukannya, maka keselamatan dirinya begitu dekat.

- Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Darul Haq -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya

Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya. Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya. Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. ( QS. Al-Fajr : 24 )

7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian. Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.