Langsung ke konten utama

Kasih Sayang Rasulullah kepada Kaum Muslimin di Hari Kiamat


Kasih sayang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terus berlanjut hingga hari kiamat. Hari dimana seorang hamba sangat membutuhkan pertolongan dan kasih sayang. Hari dimana tidak bermanfaat harta benda dan anak-anak. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam sangat sibuk memikirkan nasib umatnya pada hari itu. Sampai-sampai Beliau menyimpan doa beliau yang sangat khusus sampai hari kiamat sebagai bentuk syafaat beliau kepada umatnya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) :

"Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai satu doa yang mustajab. Setiap Nabi sudah menggunakan doa tersebut di dunia. Aku ingin menggunakan doa itu kelak untuk memberi syafaat kepada umatku pada hari kiamat. Syafaat ini -insya Allah- pasti akan didapatkan oleh meraka yang meninggal dari umatku dan tidak menyekutukan Allah" [ HR Bukhari (5945), Muslim (199), Tirmidzi (3602), Ibnu Majah (4307), Ahmad (9500), Malik (494), Darimi (2467) dan Ibnu Hiban (6196)]

Syafaat ini berlaku bagi umat islam yang tidak menyekutukan Allah. Mungkin kasih sayang paling indah di hari kiamat adalah kisah permohonan syafaat seluruh makhluk agar segera dihisab. Dimana saat itu manusia merasakan kesusahan dan penderitaan yang tidak mampu mereka tanggung. Kemudian Rasulullah pergi menuju bawah arsy untuk memintakan syafaat. Rasulullah sujud kepada Allah yang Maha Mulia. Kemudian Rasulullah memuji Allah dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seorangpun.

Maka Rabb yang Maha Mulia Berkata, "Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau akan diberi. Mohonlah syafaat, engkau akan diberi syafaat." . Kemudian Rasulullah memintakan syafaat untuk umatnya. Beliau melakukan apa yang tidak pernah dilakukan oleh nabi-nabi lainnya. Ketika diminta, beliau tidak mengatakan , diriku, diriku. Namun beliau bersabda, "Umatku, umatku.". Demi Allah, ini merupakan bentuk kasih sayang yang paling agung!!

Disalin dari buku Inilah Rasul Sang Penyayang, 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya

Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya. Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya. Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. ( QS. Al-Fajr : 24 )

7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian. Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.