Biografi beliau bisa disimak di Tsabat al-Atsbat asy-Syahirah, Siyar wa Tarajim (hal. 22), Faidh al-Malik al-Wahhab al-Muta’ali (hal. 2052-2061), Risalah Min A’lam Ulama Mekkah al-Mukaramah asy-Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Arif Khuwaqir – Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah Abdul Muhsin dan lain-lain.
"DNA Hanbali" mengalir dalam tubuhnya, Pengajar Mazhab Hanbali di Masjidil Harom pada masanya ini dikenal keras terhadap ahli bid’ah dan khurafat, sampai dua kali beliau di penjara karena dakwahnya (18 bulan dan 70 bulan) oleh penguasa saat itu, yaitu Syarif Husain bin Ali, dengan tuduhan wahabi. Anaknya sendiri meninggal di penjara itu dan dibiarkan membusuk dihadapan Syaikh sendiri. Itu terjadi pada masa sebelum berkuasanya Malik Abdul Aziz atas Hijaz. Pasukan Malik Abdul Aziz sendiri -yang dipimpin panglima asy-Syarif Khalid bin Luwai al-Hasani- yang mengeluarkan beliau dari penjara, yakni penjara khusus ulama-ulama yang tidak disukai penguasa Hijaz sebelumnya.
Ada kisah menarik tentang pembebasannya ini, suatu hari Syaikh Khuwaqir mengimami shalat shubuh dipenjara dengan wajah berseri-seri, murid-muridnya dan orang-orang yang berada dipenjara bersama beliau merasa heran, mereka pun bertanya karena sebab apa beliau begitu ceria di pagi itu. Beliau pun bercerita tentang mimpinya tadi malam dimana beliau menyaksikan sekelompok orang yang datang memenuhi penjara lalu melepas rantai besi yang mengikat kaki para tahanan, serta membebaskan mereka semuanya. Dalam mimpinya, syaikh bertanya tentang identitas orang-orang yang membebaskan mereka tersebut. Kemudian ada yang menjawab, bahwa mereka adalah sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Syaikh bersama orang-orang yang ada dipenjara itu tidaklah mengetahui apa yang terjadi diluar sana, suatu peristiwa yang besar. Yakni datangnya pasukan Malik Abdul Aziz pimpinan Syarif Khalid bin Luwai al-Hasani membebaskan Mekkah, dan benar saja seperti dalam mimpi Syaikh tadi, telah masuk secara tiba-tiba sejumlah orang laki-laki Pasukan Malik Abdul Aziz ke dalam penjara itu, salah satu di antara mereka ada yang mengenali Syakh Khuwaqir, maka berteriaklah dia meneriakkan nama Syaikh : “Ya Khuwaqir, ya Khuwaqir !!!”. Mereka pun mengeluarkan dari penjara itu, Syaikh dan orang-orang yang bersamanya.

Komentar
Posting Komentar