Langsung ke konten utama

Perjalanan Abu Saad As-Samman Ar-Razi untuk Mencari llmu


Al-Hafizh Al-Faqih Abu Sa'ad As-Samman Ar-Razi (wafat tahun 445 H) adalah salah seorang pakar hadits, nasab, fiqih, qira'ah dan ulama besar. Dia berkeliling dunia dari timur hingga barat dengan ke dua kakinya. Dia memiliki syaikh sebanyak 3600 orang. Semoga Allah merahmatinya.

Al-Hafizh Al-Qurasyi berkata di dalam Al-Jawahirur Mudhiyah li Thabaqatil Hanafiyyah, l : 156, tentang biografi Abu Sa'ad As-Samman Isma'il bin Ali bin Al-Husain bin Zanjuwaih Ar-Razi, seorang hafizh, alim, ahli fiqih, dan ahli hadits, "Dia adalah seorang imam tanpa tanding di bidang qiraat, hadits, ilmu tentang para perawi, nasab, faraidh, berhitung, dan bidang lainnya. Dia adalah pakar di bidang fiqih Abu Hanifah, serta pengetahuan tentang khilaf antara Abu Hanifah dan Asy—Syafi'i, semoga Allah meridhai keduanya. Dia telah berhaji dan mengunjungi kubur Nabi Shalallahu alaihi wassalam. Dia masuk lrak -negerinya adalah Ray di Khurasan, kota sebelah timur yang paling jauh-. Dia berkeliling di Syam, Hijaz dan kota-kota di Maghrib. Dia bertemu dengan orang-orang dan para syaikh. Dia membacakan ilmu kepada 3600 syaikh di zamannya. Di akhir umurnya, dia berangkat ke Ashbahan untuk mencari hadits. Dia berkata, ”Barangsiapa yang tidak menulis hadits, maka dia tidak meneguk manisnya Islam.”

Dia dipuji dengan ungkapan, ”Dia adalah seorang ahli zuhud, berhati bersih, rajin shalat malam, rajin berpuasa, dan memiliki sifat qana'ah. Selama 74 tahun dia tidak pernah memasukkan jarinya ke piring orang lain. Tidak ada seorang pun yang berjasa kepadanya, dan tidak ada pula yang berbuat kebaikan kepadanya  saat bermukim maupun saat bepergian."

Buku yang dia kumpulkan selama hidupnya, dia tinggalkan sebagai wakaf kepada kaum muslimin. Dia adalah sejarah pada zamannya, sisa para salaf dan khalaf. Dia wafat dengan senyum, seperti orang yang pergi jauh lalu pulang kepada keluarganya, dan seperti seorang hamba yang pulang kepada tuannya. Ia wafat di Ray, tanah airnya, pada tahun 445 H. Semoga Allah merahmatinya.


Diambil dari buku Kisah Hidup Ulama Rabbani karya Syaikh Abdul Fattah, Hal.196-197


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Murottal Al-Quran Syaikh Abdurrahman Al-Ausy

Berikut adalah link download Murottal Al-Qur'an Syaikh Abdurrahman Gamal Allousy. https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DckQ0TE9NYTgtYmM Semoga bermanfaat.

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

Nasihat Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi

BAGIAN 15 : HARAPAN KEPADA ANAK-ANAK * Wahai anak-anakku, dunia adalah ladang untuk akhirat. Siapa yang beramal di dunia akan mendapat pahala di akhirat. Siapa yang berbuat jahat di dunia akan mendapat azab di akhirat. Siapa yang berbuat baik maka pahalanya untuk dirinya. Siapa yang berbuat buruk maka akibatnya untuk ia juga. Siapa yang menyia-nyiakan umurnya untuk bermain dan senda gurau yang tidak ada dosanya berarti menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, dan akan menyesal pada hari kiamat, di hari yang tidak ada manfaatnya (semua senda gurau selama di dunia). Kehidupan di dunia adalah permata yang berharga. Apabila digunakan untuk taat kepada Allah maka balasannya di akhirat adalah keuntungan yang abadi tanpa akhir. Siapa yang menggunakan dunia untuk bermaksiat kepada Allah maka rugilah ia di akhirat dengan kerugian yang abadi. Celakalah ia bersama orang yang celaka. Yang menghabiskan dunia untuk permainan dan senda gurau yang tidak ada dosanya akan menyesal dengan pen...