Langsung ke konten utama

Menyikapi Musibah / Takdir Buruk


Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Al-Fawaid menjelaskan beberapa hal yang seharusnya dilakukan dalam menyikapi musibah yang menimpa kita, Yaitu :

1. Mashadul Tauhid : Meyakini bahwa yang menimpa kita sudah merupakan takdir Allah yang sudah ditulis 50.000 tahun sebalum diciptakannya langit dan bumi. Kita mengimani Qodar baik dan buruk.
2. Masyhadul 'Adl : Meyakini bahwa Allah Maha Adil, dan sesuatu yang Allah takdirkan itu pasti Adil, dan sesuatu yang menimpa kita pasti merupakan yang terbaik bagi kita. Allah tidak akan pernah berbuat Dzalim kepada hambaNya.
3. Masyhadul Rahmah : Allah Maha Sayang kepada kaum mukmin. Kita harus Khusnudzon.
4. Masyhadul Hikmah : Allah Maha bijaksana, Musibah yang diberikanNya pasti penuh hikmah dan banyak ilmu didalamnya..
5. Masyhadul Hamd : Kita menyaksikan bahwa semua musibah dan cobaan kita memuji Allah, karena Ujian, Cobaan, Musibah,Penyakit, Bencana yang dialaminya, kalau dia Ridho dan Sabar maka akan :
    1. Menghapuskan Dosa-dosanya
    2. Mengangkat Derajat
    3. Menghadap Allah dalam keadaan tidak ada dosa
    4. Dimasukkan kedalam Surga

6. Mashadul Ubudiyah : Ibadah Sabar. Allah menghendaki dengan adanya musibah agar kita sabar. Ganjaran bagi orang-orang sabar adalah bighoiri hisab tanpa hitungan.

Faidah dari ceramah Ustadz Yazid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balasan setipe dengan perbuatan

Barangsiapa yang mencermati perbuatan-perbuatan Sang Pencipta, dia akan melihatnya sesuai dengan timbangan keadilan, dan dia akan melihat balasan sudah menanti orang yang berhak mendapatkan balasan tersebut, meski setelah berselang beberapa waktu. Maka tidak sepantasnya orang (yang zahirnya seolah) dimaafkan dari dosa menjadi terpedaya; karena balasan itu terkadang ditangguhkan. Di antara dosa yang paling buruk yang telah disediakan untuknya balasan yang besar adalah terus-menerus melakukan dosa, kemudian pelakunya berbasa-basi dengan melakukan Istighfar, shalat dan beribadah. Menurut dia basa basi ini dapat memberi manfaat. Manusia yang paling besar ketertipuannya adalah orang yang melakukan hal yang dibenci Allah, lalu dia meminta kepada Allah apa yang dia inginkan; Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist (yang artinya), "Orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan dirinya pada hawa nafsunya, dan dia mengangankan berbagai macam angan-angan dari Allah (ag...

Tahapan dalam membaca buku

Keadaan awal yang dialami manusia adalah ketidaktahuan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun” [QS. An Nahl : 78]. Pengetahuan tidak dapat diperoleh dalam waktu semalam, dan seseorang tidak bisa menjadi seorang ‘ bibliophile’ yang mengikuti metode membaca yang benar dalam waktu semalam. Mengembangkan kebiasaan membaca memerlukan kesabaran dan membutuhkan waktu setahap demi setahap. Tahapan yang dialami seseorang dalam mengembangkan kebiasaan membacanya, secara umum biasanya melalui lima tahap berikut : Mulai menanamkan kecintaan membaca dalam jiwa dan mulai bersahabat dengan buku. Untuk memulai menanamkan kebiasaan ini, membutuhkan berbagai variasi metode serta konten yang menarik sehingga mendorong seseorang untuk membaca. Seperti Biografi Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasalam , biografi Shahabat dan kisah-kisah menarik lainnya. Serious Reading : Disi...

Murottal Al-Quran Syaikh Abdurrahman Al-Ausy

Berikut adalah link download Murottal Al-Qur'an Syaikh Abdurrahman Gamal Allousy. https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DckQ0TE9NYTgtYmM Semoga bermanfaat.