Langsung ke konten utama

Teruslah berada di Mihrab Taubat

Wahai orang yang berdosa! Bila engkau merasakan hembusan balasan, maka janganlah engkau banyak berisik dan jangan sekali-kali engkau berkata , “Aku sudah bertaubat dan menyesal, namun mengapa balasan yang tak aku suka tidak hilang juga dari diriku?!” Karena mungkin saja taubatmu itu belum terealisasi dengan benar.
Karena pemberian balasan itu punya rentang waktu yang panjang sebagaimana penyakit menahun berlangsung lama, sehingga tak ada cara yang bisa berguna hingga masa balasan ini berakhir.
Maka bersabarlah wahai engkau yang berbuat salah, hingga air matamu bisa mengalir membasahi baju hatimu yang terkena kotoran najis. Bila tangan kesedihan memerasnya, kemudian mencucinya berkali-kali, maka niscaya hati akan menjadi suci.
Nabi Adam Alaihissalaam terus menerus menangisi kesalahannya selama 300 tahun.
Nabi Ayyub Alaihissalaam terus berada dalam cobaannya selama 18 tahun.
Nabi Ya´kub Alaihissalaam dirundung sedih menangisi Nabi Yusuf Alaihissalaam selama 80 tahun.
Cobaan itu mempunyai rentang waktu, kemudian setelah itu akan berlalu, namun terkadang satu hukuman terus berlangsung hingga waktu kematian.
Maka yang menjadi kewajibanmu adalah selalu tetap mendiami mihrab taubat, duduk seperti duduknya orang yang meminta pemberian, dan engkau menjadikan makananmu adalah kegelisahan hati, dan menjadikan minumanmu adalah tangisan, karena boleh jadi datang pembawa kabar gembira yang menyatakan diterimanya taubatmu, sehingga Yakub yang dirundung sedih pun akan kembali bisa melihat. Dan apabila engkau meninggal dalam penjara kesedihanmu, maka boleh jadi kesedihan dunia menggantikan kesedihan di akhirat, dan dalam hal ini terdapat keberuntungan yang sangat besar.
(Dinukin dari buku Shaidul Khatir — Ibnul Jauzi Rahimahullah)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Murottal Al-Quran Syaikh Abdurrahman Al-Ausy

Berikut adalah link download Murottal Al-Qur'an Syaikh Abdurrahman Gamal Allousy. https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DckQ0TE9NYTgtYmM Semoga bermanfaat.

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa

Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah : Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya. Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-...

Nasihat Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi

BAGIAN 15 : HARAPAN KEPADA ANAK-ANAK * Wahai anak-anakku, dunia adalah ladang untuk akhirat. Siapa yang beramal di dunia akan mendapat pahala di akhirat. Siapa yang berbuat jahat di dunia akan mendapat azab di akhirat. Siapa yang berbuat baik maka pahalanya untuk dirinya. Siapa yang berbuat buruk maka akibatnya untuk ia juga. Siapa yang menyia-nyiakan umurnya untuk bermain dan senda gurau yang tidak ada dosanya berarti menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, dan akan menyesal pada hari kiamat, di hari yang tidak ada manfaatnya (semua senda gurau selama di dunia). Kehidupan di dunia adalah permata yang berharga. Apabila digunakan untuk taat kepada Allah maka balasannya di akhirat adalah keuntungan yang abadi tanpa akhir. Siapa yang menggunakan dunia untuk bermaksiat kepada Allah maka rugilah ia di akhirat dengan kerugian yang abadi. Celakalah ia bersama orang yang celaka. Yang menghabiskan dunia untuk permainan dan senda gurau yang tidak ada dosanya akan menyesal dengan pen...