Langsung ke konten utama

Postingan

Maksud dan Tujuan Menikah

Aku merenungkan faidah-faidah, makna-makna dan pokok-pokok masalah pernikahan; maka aku melihat bahwa tujuan yang paling utama dari pensyariatannya adalah lahirnya keturunan (regenerasi); karena makhluk hidup (seperti kita) ini selalu selalu mengalami penguraian, kemudian bagian tubuh yang terurai ini akan digantikan oleh makanan, kemudian begian pokoknya akan terurai juga , yang itu tidak bisa digantikan oleh apapun juga. Jadi tubuh manusia ini pasti binasa, sedangkan yang diinginkan adalah terus berkelanjutannya waktu dunia, maka keturunan dijadikan sebagai pengganti dari nenek moyang asalnya. Dan karena bentuk persetubuhan itu tertolak oleh jiwa yang mulia, berupa membuka aurat dan bertemunya sesuatu yang kurang elok dipandang oleh dirinya sendiri, maka dijadikanlah syahwat birahi untuk mendorong seseorang melakukannya; agar maksud yang diinginkan bisa tercapai. Kemudian aku perhatikan bahwa tujuan utama ini diikuti juga oleh tujuan yang lain, yaitu mengeluarkan air mani...

Antara Ilmu dan Amal

Aku renungkan maksud di balik penciptaan manusia, ternyata adalah (agar dia) merendahkan diri (terhadap Allah), dan meyakini bahwa dirinya telah melakukan kekurangan dan memiliki kelemahan. Aku contohkan para ulama dan ahli zuhud yang mengamalkan apa yang mereka punya dalam dua klasifikasi Aku kategorikan (nama-nama berikut)dalam barisan ara ulama:  Malik, Sufyan, Abu Hanifah, Asy-Syafi'i, dan Ahmad. Sedangkan dalam barisan para ahli ibadah: Malik bin Dinar, Rabi'ah, Ma'ruf al-Karkhi, dan Bisyr bin al-Harits. Setiap kali para ahli ibadah bersungguh-sungguh dalam ibadah, maka kondisi diri mereka seolah berkata, "Ibadah kalian manfaatnya hanya dirasakan oleh kalian saja. Yang manfaatnya menjalar pada orang lain hanyalah para ulama. Merekalah pewaris para nabi, para pemimpin di muka bumi. Merekalah yang dijadikan sebagai pegangan. Merekalah yang mempunyai keutamaan apabila mereka menundukkan hati, khusyu', dan tahu kebenaran keadaan tersebut...". Malik b...

Balasan setipe dengan perbuatan

Barangsiapa yang mencermati perbuatan-perbuatan Sang Pencipta, dia akan melihatnya sesuai dengan timbangan keadilan, dan dia akan melihat balasan sudah menanti orang yang berhak mendapatkan balasan tersebut, meski setelah berselang beberapa waktu. Maka tidak sepantasnya orang (yang zahirnya seolah) dimaafkan dari dosa menjadi terpedaya; karena balasan itu terkadang ditangguhkan. Di antara dosa yang paling buruk yang telah disediakan untuknya balasan yang besar adalah terus-menerus melakukan dosa, kemudian pelakunya berbasa-basi dengan melakukan Istighfar, shalat dan beribadah. Menurut dia basa basi ini dapat memberi manfaat. Manusia yang paling besar ketertipuannya adalah orang yang melakukan hal yang dibenci Allah, lalu dia meminta kepada Allah apa yang dia inginkan; Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist (yang artinya), "Orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan dirinya pada hawa nafsunya, dan dia mengangankan berbagai macam angan-angan dari Allah (ag...

Berbagai Peristiwa Dunia dan Akhirat

Aku merenungkan urusan dunia dan akhirat, maka aku dapatkan bahwa peristiwa dunia bisa diindera (dirasakan) dan natural; sedangkan peristiwa akhirat adalah bersifat keimanan dan keyakinan. Hal-hal yang bisa dirasakan (bisa diindera) itu lebih kuat magnetnya bagi orang yang ilmu dan keyakinannya belum kuat. Berbagai peristiwa akan terus ada dikarenakan banyaknya faktor yang menyebabkannya, maka (banyak) berbaur dengan orang-orang, melihat hal-hal yang indah, dan merasakan hal-hal yang nikmat, ini akan menguatkan (lebih dapat merasakan) berbagai peristiwa indrawi. Sedangkan menyendiri (untuk merenung), berpikir, dan mencermati ilmu akan menguatkan (pengetahuan tentang) berbagai peristiwa akhirat, Hal ini akan tampak jelas bila seseorang keluar berjalan-jalan di pasar dan melihat berbagai perhiasan dunia, kemudian dia masuk ke pekuburan, maka dia bertafakur dan hatinya menjadi tersentuh; karena dia merasakan ada perbedaan yang begitu jelas antara dua kondisi ini. Penyebab hal...

Nilai Waktu

Seorang manusia seyogyanya tahu nilai mulianya zaman dan berharganya waktu, sehingga dia tidak menyia-nyiakan waktunya walau sekejap selain untuk ketaatan, dan mendahulukan ucapan dan amalan yang paling utama baru kemudian yang lebih utama. Hendaknya niatnya dalam melakukan kebaikan selalu dihadirkan, tanpa dihinggapi kelesuan dalam berbagai amalan yang mampu untuk dikerjakan oleh badan.  Dahulu sekelompok kaum Salaf bergegas-gegas untuk memanfaatkan setiap penggal waktu. Dinukilkan dari Amir bin Abd Qais bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepadanya, "Ajaklah aku bercengkrama!" Dia pun menjawab, "(Kalau begitu) tahanlah (peredaran) matahari!" Ibnu Tsabit al-Bunani berkata, "Aku pergi untuk mengajak bicara ayahku, maka ayahku berkata, 'Wahai anakku! Biarkanlah aku, karena aku ini sedang membaca wirid (harian)ku yang keenam'." Sekelompok orang masuk menemui sebagian kaum Salaf pada saat ...

Memurnikan Amal

Siapa yang ingin menjernihkan kondisi dirinya, maka hendaklah dia bersungguh-sungguh dalam memurnikan amal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, "Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)." (Al-Jin: 16) Abu Sulaiman ad-Darani berkata, “Barangsiapa yang memurnikan amal , diapun akan dijernihkan (kondisinya), dan barangsiapa yang mengeruhkan amal, diapun akan dikeruhkan. Orang yang berbuat baik di waktu malamnya, dia akan diberi kecukupan di siang harinya, sedangkan orang yang berbuat baik di siang harinya, dia akan dicukupkan pada malam harinya.” Seorang Syaikh mengelilingi majelis dan berkata, “Barangsiapa yang ingin kesehatannya berkelanjutan, hendaknya dia bertaqwa kepada Alla ‘Azza wa Jalla.” Al-Fudhail bin Iyadh berkata, “Sungguh aku benar-banar bermaksiat kepada Allah, lalu aku bisa mengenal hal tersebut tercermin pada k...

Install AYAT Aplikasi Quran lengkap di Linux Ubuntu

    Berikut tutorial singkat menginstal Aplikasi 'AYAT' pada Linux Ubuntu, aplikasi Al Qur'an bagus yang dibuat dan dikembangkan oleh King Suud University (KSU) Saudi Arabia. Berikut sedikit devinisi aplikasi Ayat ini pada web KSU : Ayat is a cross platform Quranic software with unique features, translated to many languages. currently installed on more 1,000,000 PC world wide.  Bagi yang ingin mencoba secara online, bisa masuk ke http://quran.ksu.edu.sa/index.php?l=en , Untuk instalasi pada Sistem Operasi Windows, tinggal download aplikasinya di http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en kemudian install seperti biasa. Untuk instalasi pada Linux Ubuntu, berikut tutorial singkat nya : Cara ini bisa digunakan pada Ubuntu 16.04/15.10/15.04/14.04/12.04/Linux Mint 17.x/17/13 dan sejenisnya. Pertama Install Adobe Air terlebih dahulu . Buka terminal, jalankan command : wget -O adobe-air.sh http://drive.noobslab.com/data/apps/AdobeAir/adobe-air.sh c...